Berbeda di Mata Tuhan

Berbeda di Mata Tuhan

Lori Official Writer

Yesaya 43:4

Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

 

Di sebuah pasar loak akhir pekan, di atas meja penuh debu berjajar barang-barang lama yang diabaikan semua orang. Sampai akhirnya seorang kolektor seni berjalan melewati pasar dan seketika dia berhenti dan menyadari sesuatu yang tidak bisa ia lewatkan - sebuah lukisan kecil yang catnya mengelupas.

Anehnya, dia justru berkata kepada penjual dengan yakin: "Berapa pun harganya, saya ambil." 

Lukisan itu ternyata karya seorang maestro abad ke-18. Nilainya tidak ditentukan oleh kondisinya yang kusam, oleh label harga yang murah, atau oleh berapa banyak orang yang melewatinya. Tetapi nilainya ditentukan oleh siapa yang mengenal dan memilih untuk memilikinya.

Tanpa kita sadari, banyak dari kita hidup seperti lukisan itu. Dunia memberi kita label berdasarkan penampilan, jabatan, atau prestasi — dan kita pun mudah percaya dengan label yang disematkan kepada kita. 

Seperti seorang kolektor, ada satu Pribadi yang berjalan melewati keramaian dunia ini, berhenti tepat di depan kita dan menyampaikan kebenaran di balik nilai hidup kita. 

"Engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau" (Yesaya 43:4). 

Tuhan menyampaikan bahwa nilai kita ditentukan oleh siapa yang memilih kita. Dan yang memilih kita adalah Allah sendiri.

Inilah kenapa nilai kita berbeda di mata dunia dan di mata Tuhan. Seperti contoh yang bisa kita lihat di dalam Alkitab, dimana nabi Samuel menentukan standarnya sendiri untuk memilih seorang raja yaitu melalui bentuk fisik yang baik. Tetapi kemudian Tuhan mengingatkan bahwa itu hanyalah standar nilai yang salah. Seperti disampaikan dalam 1 Samuel 16: 7, "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati."

Jadi, Tuhan tidak melihat kita dari luar ke dalam. Sebaliknya, melihat kita dari dalam ke luar. Waktu Tuhan memilih kita itu adalah penetapan identitas. Bahwa kita adalah anak Allah! Dan bukan hanya itu, Dia menegaskan bahwa kita adalah "bangsa terpilih, imamat yang Rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan-Nya" (1 Petrus 2: 9). 

Ini adalah identitas yang Ia berikan. Kita berharga bukan karena kita layak, tetapi karena Ia yang memilih kita adalah Allah yang Mahakudus dan Mahamulia. Itulah ukuran sesungguhnya dari betapa berharganya Anda dan saya di mata-Nya.

 

Action Praktis:

Saya mengajak Anda untuk mengambil secarik kertas. Lalu tulis kalimat ini: "Aku berharga di mata Tuhan, bukan karena apa yang aku lakukan, tetapi karena Ia memilih dan mengasihiku."

Tempelkan tulisan ini di tempat yang sering kamu lihat, seperti cermin, meja kerja atau layar HP.

Ikuti Kami